March 31, 2012
Long time not see.
Banyak hal yang ngebuat gue enggan curhat lagi. Tapi hari ini, rasa kangen gue sama papa lagi tinggi-tinggi nya, jadi gatel banget pengen curhat :P. Gue tau, mungkin dia marah sama gue, marah karena gue masih aja jadi anak nakal sedangkan dia gak bisa langsung ngomelin gue.
Iya, papa udah sama Alloh, udah di syurga sana. Stiap abis sholat, gue pesen sama Alloh buat jagain papa sampe gue ketemu dia disana. Inget curhatan gue tanggal 30 November? Pas gue ke Palembang buat jengukin si papa? Iya, itu hari terakhir gue liat senyum nya, hari terakhir juga liat dia nangis waktu gue pamitan pulang ke Jakarta, hari terakhir gue pegang tangannya. Bulan kemaren, bertepatan dengan hari kasih sayang, 14 Februari, papa pergi dengan tenang. Kita, anak-anaknya, gak sempet liat dia untuk terakhir kalinya. Banyak kendala yang nyebabin kita nyampe Palembangnya telat. I could do nothing. Kata-kata ‘penyesalan’ yang harusnya gue ungkapin pun gak bisa gue katakan. Bahkan gue gak bisa ngeluarin airmata disana. Gue terlalu lelah, terlalu banyak berfikir tentang apa yang harus gue lakukan sampe-sampe gak ada airmata disana. Orang-orang berfikir kalau gue mudah banget ngiklasin papa pergi, karena mereka gak ngeliat setetespun airmata. Hey You!! Could you stop my tears when it comes?!! You know nothing. You will never know what I felt. Berhentilah maksa gue nangis, kalian gak akan ada yang bisa berentiin air mata gue. Ini gak semudah yang kalian bayangin.
Kalian tau, apa yang gue lakuin selama disana sampe-sampe gue gak nangis? “EAT” I eat like a crazy girl who couldn’t stop her hungry. Gue makaaaaan mulu. Gue gak tau harus ngomong apa, gue juga gak bisa ngungkapin rasa sedih gue hari itu. Makan adalah satu-satunya cara gue buat gak ngomong dan gak nangis.
Gue yakin Alloh mau jagain papa disana. Jadi gue bisa titip salam rindu sama Alloh, dalam untaian surat Yasin yang gue kirim.
Nb: orang-orang tercinta yang ikut kirim do’a, terimakasih udah mau berbaik hati ikut mencintai papa. Dan untuk orang yang gak mikirin keluarga gue, padahal dia bagian dari keluarga, thanks to make my life full of sadness. One day, you will know how suck it is...
Jumat, 30 Maret 2012
Selasa, 31 Januari 2012
KAPH
Ok, sekarang gue mau share tentang yayasan tempat gue ngajar (lebih tepatnya, tempat gue maen :D). gue gabung di sebuah yayasan KAPH (Kelompok Anak Pelita Hati) di kampong pemulung daerah lebak bulus. Anak-anak yang gue ajar disana adalah anak pemulung yang sekolah di SD dan SMP yang mungkin namanya aja gak pernah kita denger. Gue dan temen-temen gue yang lain ngajar di hari sabtu dan minggu sebagai pelajaran tambahan (jadi gak ganggu jam sekolah mereka). Pertama kali gue diajakin kesana, gue bingung setengah mati, kata temen gue, Yanti, gue gak boleh pake’ baju “wah” karna takut anak-anak pada ngira sombong. Gue gak tau harus pake’ baju apa saat itu, tambah bingung lagi, ‘emangnya gue punya baju “wah”??’. Finally, gue pake’ baju seadanya, dan untung nya gak ada masalah. Anak-anak nerima gue dengan senang hati, semua seneng hari itu. Dari saat itu, gue kebagian ngajar anak usia TK, soalny gue bakat bikin itu bocah-bocah gak ganggu anak-anak yang usia SD dan SMP belajar sama yanti.
Semua berjalan lancar sampe’ awal bulan januari lalu gue di kabarin kalau lapak/tempat mereka tinggal bakalan di gusur. Sedih? Yaeyalah….menurut eL aja deh ya. Gue cuma diem waktu denger kabar itu. Ngebayangin gimana kalau nanti kita bener-bener pisah. Pasti, kalau saat nya nanti tiba, gue gak janji bisa nahan nangis. Mereka udah jadi bagian keluarga gue, berasa bahagia punya banyak adek yang setiap ketemu pada ngasih pelukan sayang. Sebagian dari mereka punya keterampilan kaya’ anak-anak sekolah lain, khusus nya di bidang seni. Untuk anak-anak yang serba kurang itu, beberapa diantara mereka ada yang jago nulis, bikin puisi, gambar, ngaji, adzan, bahkan ada yang pinter ngomong sampe-sampe kualahan kalau ngadepinnya. Nih, ada salah satu puisi yang di bikin dadakan sama murid gue. menurut gue, untuk anak seusia dia dengan keterbatasan buku yang dia punya, keterbatasan pendidikannya, keterbatasannya mengenal dunia, puisinya udah lumayan bagus. Nih gue post puisinya :D
Keadilan
Dikala kesenangan berdiri perkasa
Tersenyum bahagia membawa harta
Kau tak pernah melihat betapa menderita
Batin seorang miskin sebatang kara
Kini sungaiku tlah kotor
Udara tercemar oleh mobil dan motor
Sebab ada rencana beberapa factor
Uang sedikit untuk pajak di setor
Kemana kepemimpinan ini
Melihat keluarga miskin bersedih
Semua tempat di gusur tak terpilih
Inikah yang namanya adil?
Kau adalah jaksa agung
Kami hanya minta keadilan
Tidak hanya orang kaya kau perhatikan
Seorang miskinpun butuh tempat tinggal
Kamipun butuh pendidikan yang sama
Tersenyum bahagia seperti mereka
Kami hanya butuh di perhatikan
Butuh keadilan Indonesia
Written by Nawiyah
Semua berjalan lancar sampe’ awal bulan januari lalu gue di kabarin kalau lapak/tempat mereka tinggal bakalan di gusur. Sedih? Yaeyalah….menurut eL aja deh ya. Gue cuma diem waktu denger kabar itu. Ngebayangin gimana kalau nanti kita bener-bener pisah. Pasti, kalau saat nya nanti tiba, gue gak janji bisa nahan nangis. Mereka udah jadi bagian keluarga gue, berasa bahagia punya banyak adek yang setiap ketemu pada ngasih pelukan sayang. Sebagian dari mereka punya keterampilan kaya’ anak-anak sekolah lain, khusus nya di bidang seni. Untuk anak-anak yang serba kurang itu, beberapa diantara mereka ada yang jago nulis, bikin puisi, gambar, ngaji, adzan, bahkan ada yang pinter ngomong sampe-sampe kualahan kalau ngadepinnya. Nih, ada salah satu puisi yang di bikin dadakan sama murid gue. menurut gue, untuk anak seusia dia dengan keterbatasan buku yang dia punya, keterbatasan pendidikannya, keterbatasannya mengenal dunia, puisinya udah lumayan bagus. Nih gue post puisinya :D
Keadilan
Dikala kesenangan berdiri perkasa
Tersenyum bahagia membawa harta
Kau tak pernah melihat betapa menderita
Batin seorang miskin sebatang kara
Kini sungaiku tlah kotor
Udara tercemar oleh mobil dan motor
Sebab ada rencana beberapa factor
Uang sedikit untuk pajak di setor
Kemana kepemimpinan ini
Melihat keluarga miskin bersedih
Semua tempat di gusur tak terpilih
Inikah yang namanya adil?
Kau adalah jaksa agung
Kami hanya minta keadilan
Tidak hanya orang kaya kau perhatikan
Seorang miskinpun butuh tempat tinggal
Kamipun butuh pendidikan yang sama
Tersenyum bahagia seperti mereka
Kami hanya butuh di perhatikan
Butuh keadilan Indonesia
Written by Nawiyah
Minggu, 15 Januari 2012
My Music
Musik itu mengalun indah,
Membisikan nada-nada ketenangan ,
Mengisyaratkan untuk tetap disana, meski kelak ia tak datang
Menahan ku yang tersudut keraguan.
Kau tak perlu menyanyikan bait yang sama,
Aku tak ingin mendengarnya,
Kau pun tak harus berperan sehebat penyanyinya,
Sunggguh, aku tak butuh…
Kau cukup bersenandung atau diam saja,
Nyatanya aku mendengar tanpa kau harus berkata,
Biarkan melodi yang membawamu pada ku,
Biarkan aku tetap dalam lingkaranmu,
Karna ini, bukan siapa atau apa yang akan bersalah,
Tapi bagaimana waktu menjawab segalanya,
Jika harus ada nada yang mati,
Biarkan nadaku yang menebusnya…
:-)
Membisikan nada-nada ketenangan ,
Mengisyaratkan untuk tetap disana, meski kelak ia tak datang
Menahan ku yang tersudut keraguan.
Kau tak perlu menyanyikan bait yang sama,
Aku tak ingin mendengarnya,
Kau pun tak harus berperan sehebat penyanyinya,
Sunggguh, aku tak butuh…
Kau cukup bersenandung atau diam saja,
Nyatanya aku mendengar tanpa kau harus berkata,
Biarkan melodi yang membawamu pada ku,
Biarkan aku tetap dalam lingkaranmu,
Karna ini, bukan siapa atau apa yang akan bersalah,
Tapi bagaimana waktu menjawab segalanya,
Jika harus ada nada yang mati,
Biarkan nadaku yang menebusnya…
:-)
Senin, 19 Desember 2011
Kertas Kosong
17 12 2011
Tinta itu pernah menyatu dalam kertas kosong,
Mengukir kata-kata indah nan suci yang tak berujung,
Lukisan cinta mulai tertanam di dalamnya,
Dan tak ada yang mampu menghapusnya,
Tinta itu pernah menyatu dalam kertas kosong,
Merangkai janji-janji tak terpenuhi,
Mangikat kenangan yang tinggal bayang,
Juga marampas hak tinta lain untuk datang,
Tinta itu pernah menyatu dalam kertas kosong,
Terlalu naif menanti kepergian nya,
Terlalu bodoh menangisi kemenanganya,
Terkesan lemah tak izinkan langkahnya menjauh,
Kenapa kau kotori kertas itu dengan hitam cinta mu?
Kenapa kau perjuangkan jika akhirnya memilih pergi?
Kenapa kau rusak warna lain yang seharusnya menghiasi?
KENAPA?!!
Langkahmu sudah terlau jauh tuk kembali,
Biar kan kertas itu menghapus goresan yang mungkin tak kan hilang,
Pergilah….
Pergi untuk tak kembali
Tinta itu pernah menyatu dalam kertas kosong,
Mengukir kata-kata indah nan suci yang tak berujung,
Lukisan cinta mulai tertanam di dalamnya,
Dan tak ada yang mampu menghapusnya,
Tinta itu pernah menyatu dalam kertas kosong,
Merangkai janji-janji tak terpenuhi,
Mangikat kenangan yang tinggal bayang,
Juga marampas hak tinta lain untuk datang,
Tinta itu pernah menyatu dalam kertas kosong,
Terlalu naif menanti kepergian nya,
Terlalu bodoh menangisi kemenanganya,
Terkesan lemah tak izinkan langkahnya menjauh,
Kenapa kau kotori kertas itu dengan hitam cinta mu?
Kenapa kau perjuangkan jika akhirnya memilih pergi?
Kenapa kau rusak warna lain yang seharusnya menghiasi?
KENAPA?!!
Langkahmu sudah terlau jauh tuk kembali,
Biar kan kertas itu menghapus goresan yang mungkin tak kan hilang,
Pergilah….
Pergi untuk tak kembali
Kamis, 15 Desember 2011
lyric-my life would suck without you
Guess this means you’re sorry
You’re standing at my door
Guess this means you take back
What you said before
Like how much you wanted
Anyone but me
Said you’d never come back
But here you are again
Cuz we belong together now
Forever united here somehow
You got a piece of me
And honestly
My life would suck without you
Maybe I was stupid for telling you goodbye
Maybe I was wrong for tryin’ to pick a fight
I know that I’ve got issues
But you’re pretty messed up too
Anyway, I found out I’m nothing without you
Cuz we belong together now
Forever united here somehow
You got a piece of me
And honestly
My life would suck without you
Being with you is so dysfunctional
I really shouldn’t miss you, but I can’t let go
Oh yeah
Cuz we belong together now
Forever united here somehow
You got a piece of me
And honestly
My life would suck without you
You’re standing at my door
Guess this means you take back
What you said before
Like how much you wanted
Anyone but me
Said you’d never come back
But here you are again
Cuz we belong together now
Forever united here somehow
You got a piece of me
And honestly
My life would suck without you
Maybe I was stupid for telling you goodbye
Maybe I was wrong for tryin’ to pick a fight
I know that I’ve got issues
But you’re pretty messed up too
Anyway, I found out I’m nothing without you
Cuz we belong together now
Forever united here somehow
You got a piece of me
And honestly
My life would suck without you
Being with you is so dysfunctional
I really shouldn’t miss you, but I can’t let go
Oh yeah
Cuz we belong together now
Forever united here somehow
You got a piece of me
And honestly
My life would suck without you
lyric-when you're gone
I always needed time on my own
I never thought I’d need you there when I cry
And the days feel like years when I’m alone
And the bed where you lie is made up on your side
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
When you walk away I count the steps that you take
Do you see how much I need you right now
[Chorus]
When you’re gone
The pieces of my heart are missing you
When you’re gone
The face I came to know is missing too
When you’re gone
The words I need to hear to always get me through the day and make it ok
I miss you
I’ve never felt this way before
Everything that I do reminds me of you
And the clothes you left, they lie on the floor
And they smell just like you, I love the things that you do
When you walk away I count the steps that you take
Do you see how much I need you right now
[Chorus]
We were made for each other
Out here forever
I know we were, yeah
All I ever wanted was for you to know
Everything I’d do, I’d give my heart and soul
I can hardly breathe I need to feel you here with me, yeah
[Chorus]
I never thought I’d need you there when I cry
And the days feel like years when I’m alone
And the bed where you lie is made up on your side
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
When you walk away I count the steps that you take
Do you see how much I need you right now
[Chorus]
When you’re gone
The pieces of my heart are missing you
When you’re gone
The face I came to know is missing too
When you’re gone
The words I need to hear to always get me through the day and make it ok
I miss you
I’ve never felt this way before
Everything that I do reminds me of you
And the clothes you left, they lie on the floor
And they smell just like you, I love the things that you do
When you walk away I count the steps that you take
Do you see how much I need you right now
[Chorus]
We were made for each other
Out here forever
I know we were, yeah
All I ever wanted was for you to know
Everything I’d do, I’d give my heart and soul
I can hardly breathe I need to feel you here with me, yeah
[Chorus]
Senin, 05 Desember 2011
curhat lagi :P
30 November 2011
Okeh, sekarang gue pengen nulis hasil perjalanan gue kemaren ke Palembang dan Bengkulu. Gue bolos kuliah seminggu untuk perjalanan yg cukup melelahkan itu. Sebagian temen gue mungkin mikirnya gue jalan-jalan, atau mau liat penutupan Sea Games di Palembang. Padahal yeh, gue tuh nengokin bokap gue yang sakit.
Okeh, sekarang cerita pas gue nyampe’ Palembang. Sepanjang perjalanan gue ke Palembang, gue Cuma mikir, bokap gue yang gagah itu sakit kaya’ orang yang demam biasa. *Gue mikir gitu mungkin karena gue gak berani mikir yang laen* Pas gue sampe rumah bokap, gue liat dia tiduran dengan selang impus menancap indah di tangan kanan nya yang kurus itu. I could not help my tears. Gue berusaha nahan nafas gue biar nangis gue gak pecah (ini biasanya gue lakuin supaya nangis gue jg berenti) but, Damn it!! It didn’t work. Gue nangis kaya orang bego sambil megang tangan bokap gue. Dia senyum, tapi mata nya berkaca-kaca. Dia sulit bicara, sulit menahan tangis nya, sulit menyembunyikan rasa kangen yang dia pendam selama ini. Empat hari gue disana, ngejaga dia sebagai suster dadakan, nyuapin makan, periksa suhu tubuh, sampe ganti dan periksa impus juga gue lakonin. Gue bahkan gak bisa bener2 tidur nyenyak karena jagain impus nya yg takut habis pas dia lg tidur. Tapi anehnya, gue gak ngerasa capek sama sekali, gue malah menikmati peran baru gue yang singkat itu. Cuma sekedar memberitahu, seumur hidup gue, baru kali itu gue nyaman ngobrol sama beliau, baru kali itu juga gue bisa pegang wajah dan kepalanya. Bokap gue dulunya Angkatan Darat, dia punya sifat yang keras dan jarang bisa ngomong lembut ke orang. Tp pas dia sakit, jangan kan marah, Cuma mau bilang dia laper atau ingin sesuatu aja dia harus tarik nafas yang panjang. Gue gak pernah nangis waktu nyuapin dia makan, atau ngurusin impus dan ngecek keadaannya. Gue coba sekuat mungkin gak nangis di depan dia, gue bahkan cerita kejadian2 lucu yang gue, adek gue, atau orang lain alamin. Sekilas senyum dari beliau tuh berarti banget buat gue, dia gak pernah ngajakin gue ketawa sebelumnya. Damn!! I miss it. Waktu nungguin bokap gue tidur, gue tiduran di sebelahnya, gue liat wajah nya yang sekarang udah mulai tua, gue liat kumis nya tipis yang di cukur waktu gue dateng, gue liat tubuh kurus nya yang dulu gendong gue waktu gue takut masuk SD. Gue gak pernah nyangka kalau akhirnya, laki2 gagah yang dulu gue takutin karena berseragam tentara itu ternyata bisa terlihat gak berdaya. Malem itu gue nangis, bukan karena gue gak tega ngeliat dia menderita, tapi lebih karena perasaan bersalah gue yang dengan bodohnya ninggalin dia 8 tahun yang lalu. Kalau dulu gue gak ninggalin dia, mungkin sekarang dia masih gagah, mungkin sekarang dia lagi menimang cucu2nya, mungkin sekarang dia bisa melihat dengan jelas pertumbuhan anak2nya. Banyak hal yang gue sesalin kalau ngeliat keadaannya sekarang. Tapi Tuhan selalu punya jawaban kenapa Dia memberikan cobaan pada hambaNya. Dan mungkin gue sedikit tau jawaban yang tersembunyi itu, jawaban yang memang seharus nya terjadi, jawaban yang suka atau tidak suka, kita harus terima.
Okeh, sekarang gue pengen nulis hasil perjalanan gue kemaren ke Palembang dan Bengkulu. Gue bolos kuliah seminggu untuk perjalanan yg cukup melelahkan itu. Sebagian temen gue mungkin mikirnya gue jalan-jalan, atau mau liat penutupan Sea Games di Palembang. Padahal yeh, gue tuh nengokin bokap gue yang sakit.
Okeh, sekarang cerita pas gue nyampe’ Palembang. Sepanjang perjalanan gue ke Palembang, gue Cuma mikir, bokap gue yang gagah itu sakit kaya’ orang yang demam biasa. *Gue mikir gitu mungkin karena gue gak berani mikir yang laen* Pas gue sampe rumah bokap, gue liat dia tiduran dengan selang impus menancap indah di tangan kanan nya yang kurus itu. I could not help my tears. Gue berusaha nahan nafas gue biar nangis gue gak pecah (ini biasanya gue lakuin supaya nangis gue jg berenti) but, Damn it!! It didn’t work. Gue nangis kaya orang bego sambil megang tangan bokap gue. Dia senyum, tapi mata nya berkaca-kaca. Dia sulit bicara, sulit menahan tangis nya, sulit menyembunyikan rasa kangen yang dia pendam selama ini. Empat hari gue disana, ngejaga dia sebagai suster dadakan, nyuapin makan, periksa suhu tubuh, sampe ganti dan periksa impus juga gue lakonin. Gue bahkan gak bisa bener2 tidur nyenyak karena jagain impus nya yg takut habis pas dia lg tidur. Tapi anehnya, gue gak ngerasa capek sama sekali, gue malah menikmati peran baru gue yang singkat itu. Cuma sekedar memberitahu, seumur hidup gue, baru kali itu gue nyaman ngobrol sama beliau, baru kali itu juga gue bisa pegang wajah dan kepalanya. Bokap gue dulunya Angkatan Darat, dia punya sifat yang keras dan jarang bisa ngomong lembut ke orang. Tp pas dia sakit, jangan kan marah, Cuma mau bilang dia laper atau ingin sesuatu aja dia harus tarik nafas yang panjang. Gue gak pernah nangis waktu nyuapin dia makan, atau ngurusin impus dan ngecek keadaannya. Gue coba sekuat mungkin gak nangis di depan dia, gue bahkan cerita kejadian2 lucu yang gue, adek gue, atau orang lain alamin. Sekilas senyum dari beliau tuh berarti banget buat gue, dia gak pernah ngajakin gue ketawa sebelumnya. Damn!! I miss it. Waktu nungguin bokap gue tidur, gue tiduran di sebelahnya, gue liat wajah nya yang sekarang udah mulai tua, gue liat kumis nya tipis yang di cukur waktu gue dateng, gue liat tubuh kurus nya yang dulu gendong gue waktu gue takut masuk SD. Gue gak pernah nyangka kalau akhirnya, laki2 gagah yang dulu gue takutin karena berseragam tentara itu ternyata bisa terlihat gak berdaya. Malem itu gue nangis, bukan karena gue gak tega ngeliat dia menderita, tapi lebih karena perasaan bersalah gue yang dengan bodohnya ninggalin dia 8 tahun yang lalu. Kalau dulu gue gak ninggalin dia, mungkin sekarang dia masih gagah, mungkin sekarang dia lagi menimang cucu2nya, mungkin sekarang dia bisa melihat dengan jelas pertumbuhan anak2nya. Banyak hal yang gue sesalin kalau ngeliat keadaannya sekarang. Tapi Tuhan selalu punya jawaban kenapa Dia memberikan cobaan pada hambaNya. Dan mungkin gue sedikit tau jawaban yang tersembunyi itu, jawaban yang memang seharus nya terjadi, jawaban yang suka atau tidak suka, kita harus terima.
Langganan:
Postingan (Atom)